Membaca Cepat Permulaan (120-150 Kata per menit)

Posted by Maimunah dan Najwa On Monday, December 24, 2012 0 komentar

Kompetesi Dasar: Membaca cepat untuk memahami informasi tertulis dalam konteks bermasyarakat.
A. Membaca Cepat Permulaan (120-150 Kata Tiap Menit) dengan Menggunakan Teknik Membaca Cepat
1. Membaca Cepat Permulaan
Hal utama dalam membaca cepat adalah pemahaman yang cepat. Cara membaca cepat dapat dilatih dengan latihan untuk memperoleh cara yang efektif tanpa membuang waktu dan tidak mengabaikan tujuann utama, yaiitu memperoleh informasi  cepat dan akurat.
2. Pola-Pola Membaca Cepat
  • Pola Horizontal
  • Pola Vertikal
  • Pola  Diagonal
  • Pola Zig Zag
  • Pola Spiral
  • Pola Blok
3. Menghitung Kecepatan Membaca
  1. Catatlah waktu anda memulai membaca
  2. Catatlah waktu anda setelah selesai membaca
  3. Berapa waktu yang anda butuhkan dalam membaca
  4. Hitunglah jumlah kata yang anda baca
  5. Bagilah jumlah kata yang anda baca dengan waktu yang anda butuhkan dalam membaca
  6. Kalikan hasil bagi jumlah kata yang anda baca dengan jumlah waktu anda membaca
4. Teknik Membaca Cepat
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca cepat diantaranya adalah:
  1. Pilih bacaan yang hendak digunakan untuk latihan membaca cepat
  2. Topik bacaan yang dipilih untuk pertama kali hendaknya yang anda pahami
  3. Siapkan jam tangan, catat waktu ketika memulai membaca
  4. Beri tanda dimana anda memulai membaca
  5. Beri tanda dimana anda berhenti membaca
  6. Catat waktu berakhirnya membaca
  7. Hitung waktu yang dibutuhkan untuk membaca
  8. Hitung jumlah kata dalam wacana yang telah anda baca
  9. Bagilah jumlah kata yang telah anda baca dengan waktu yang telah anda gunakan untuk membaca sehingga menghasilkan jumlah kata yang dibaca per menit
  10. Jawablah pertanyaan yang berhubungan dengan teks tanpa membaca kembali. Apabila anda bisa mejawab di atas 80% dengan jawaban yang benar, maka pemahaman anda mengenai isi bacaan cukup baik
  11. Apabila dapat membaca cepat lebih dari 120 kata per menit dengan pemahaman dia atas 80%, maka anda dianggap cukup berhasil dalam membaca cepat
B. Membaca Cepat Lanjutan dengan Menerapkan Teknik Pindai (Scanning) dan Teknik Layap (Skimming)
- Membaca Cepat dengan Teknik Memindai (Scanning)
Memindai artinya melihat dengan cermat dan lama atau memandangi. Membaca dengan teknik pindai (scanning) berarti membaca dengan cepat tanpa membaca secara terperinci terhadap objek yang dianggap tidak dibutuhkan dalam bacaan itu. Arah membaca langsung kepada bahan atau informasi yang dicari dalam bacaan itu.
- Membaca Cepat dengan Teknik Layap (Skimming)
Membaca dengan teknik skimming (layap) adalah membaca dengan tujuan mencari inti sari, topik bacaan atau mencari informasi tertentu dengan cara membaca cepat/ meluncur dari paragraf satu ke paragraf berikutnya, halaman demi halaman, sampai inti sari, topik atau informasi tertentu yang dicari dari bacaan itu ditemukan. Apabila sudah ditemukan, maka teknik membaca kembali kepada kecepatan normal, cermat dan detail.
- Membuat Catatan Pokok-pokok Isi Bacaan
Langkah yang perlu untuk membuat catatan tersebut, adalah Baca judul bacaan, baca bacaan itu secara garis besar terlebih dahulu beberapa kali, baru kemudian dibaca ulang kembali secara terperinci, setelah dibaca secara terperinci buat catatan tema bacaan itu, setelah tema bacaan didapat lanjutkan dengan mencatat topik-topik bacaan tiap paragraf, kemudian buat suatu tanya jawab berdasarkan catatan yang telah anda buat sebagai alat penguji catatan anda apakah sudah mencakup isi bacaan atau tidak dan terakhir buat catatan keseluruhan berdasarkan tema bacaan, topik bacaan, dan uraian tanya jawab yang menurut anda paling penting dari isi bacaan itu.
C. Teknik Menafsirkan Kata, Bentuk Kata dan Ungkapan serta Penggunaan Kamus
- Ungkapan
Ungkapan adalah kelompok kata atau golongan kata yang menyatakan makna khusus (makna unsur-unsurnya sering kali kabur) atau susunan kata (biasanya dapat berupa kata, frasa atau pun kalimat) yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota-anggotanya.
Ungkapan sering kali digunakan berkomunikasi baik lisan maupun tulis, agar bahasa yang digunakan menjadi lebih hidup, komunikatif dan seringkali digunakan untuk menyindir suatu perbuatan, keadaan, atau akibat sesuatu hal.
- Memilih Kata
Memilih kata atau pilihan kata (diksi) ketika berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis, merupakan hal yang penting, karena apabila pilihan kita itu tidak tetap maka akan menimbulkan salah pengertian, rancu, atau tidak dapat dimengerti sama sekali.
 - Nilai Rasa Sebuah Kata
Dalam bahasa Indonesia terdapat kata-kata yang sama artinya, tetapi mempunyai nilai rasa yang berbeda karena ada suatu kata yang dinilai lebih halus atau santun dibandingkan dengan yang lainnya.
- Penggunaan Kamus
Penggunaan kamus merupakan hal yang penting dalam mempelajari bahasa. Kamus adalah buku yang berisi pilihan kata-kata suatu bahasa, atau suatu kelas kata khusus, biasanya disusun secara alfabetis, dengan penjelasan-penjelasan mengenai maknanya serta informasi lainnya mengenai kata-kata, dinyatakan atau diekspresikan dalam bahasa yang sama atau dalam bahasa lain, disebut juga leksikon atau glosari.
Kamus memiliki berbagai jenis diantaranya :
  1. Kamus Umum adalah kamus yang berisi segala kata dalam suatu bahasa beserta maknanya. Misalnya Kamus Umum Bahasa Indonesia
  2. Kamus Khusus adalah kamus yang garapan atau cangkupannya terbatas pada suatu bidang tertentu saja. Misalnya kamus Linguistik, Kamus Ekonomi, Kamus Teknik, Kamus Komputer dan sebagainya.
- Informasi dalam Kamus
Setiap lema mempunyai kerangka informasi sebagai berikut:
  1. Lema yang berupa tunggal, kata berimbuhan, kata berulang, kata majemuk, frase (gabungan kata) atau akronim menjadi judul tiap entri, dan itulah yang dijelaskan dalam batang tubuh kamus
  2. Semua lema disusun secara alfabetis
  3. Tiap lema ditulis dengan pemenggalan berdasarkan pedoman terperinci yang dimuat dalam bagian lain dari kamus
  4. Sesuai dengan konteks dan keperluan, setiap lema diberi label berikut:
·          Label ragam bahasa.
·         Label kelas kata.
·         Label penggunaan bahasa yang menunjukkan bahasa dialek melayu, bahasa daerah atau bahasa asing.
·         Label bidang kehidupan dan bidang ilmu yang menunjukkan dalam bidang apa kata yang bersangkutan dipergunakan.
·         Penunjukkan pelafalan / e’ / untuk membedakannya dari pelafalan /e/.
·         Penjelasan makna berupa batasan makna, uraian penggunaan, atau padanan kata.

0 komentar to Membaca Cepat Permulaan (120-150 Kata per menit)

Powered by Blogger.